Monday, August 1, 2011

Mengapa portofolio investasi anda memerlukan Emas?


“The desire of gold is not for gold. It is for the means of freedom and benefit.”

Ucapan Ralph Waldo Emerson di atas merujuk pada kesejatian emas – bukan pada gemerlap dan persepsi yang ditimbulkan, bukan pula pada naiknya gengsi yang dikesankan - melainkan pada kemampuannya memberi perlindungan dari keterbatasan finansial. Termasuk di antaranya dari apa yang tidak bisa diberikan oleh uang.

Dalam gejolak moneter global akhir-akhir ini, maka di antara semua instrumen investasi, emas memiliki posisi unik dan patut dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio investasi anda. Berbeda dari masa lalu, di mana investasi pada emas dianggap kolot, monolit, atau hanya berstatus alternatif – maka di saat ini komponen emas dalam portofolio menjadi vital terkait potensi masalah yang mungkin terjadi pada berbagai mata uang dunia.


BANJIR UANG

Krisis subprime lalu yang bermuara pada program stimulus besar-besaran oleh berbagai pemerintahan besar di dunia, mulai dari Amerika, Eropa, Inggris dan Jepang – telah membanjiri pasar uang dunia dengan volume yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Patuh pada hukum ekonomi di mana harga adalah fungsi inverse dari pasokan uang – maka banyaknya uang yang dipompakan ke dalam ekonomi dapat mendorong turunnya nilai masing-masing mata uang. Dan bila merujuk pada estimasi studi McKinsey Global Institute tahun lalu – maka pada tahun 2010 ini saja akan dipompakan pasokan uang baru setara dengan USD 5,5 Trilyun lewat pelebaran defisit anggaran berbagai pemerintah negara-negara di dunia.

Angka tersebut adalah volume raksasa, karena ukurannya hampir 9% output ekonomi dunia. Bagaimana uang sebanyak itu bisa diserap? Siapa yang memiliki daya beli sebesar itu? Sulit terjawab, mengingat ekonomi dunia bertumbuh kurang dari setengah angka tersebut. Dan tanpa penyerapan secara cukup – maka setiap negara dengan defisit besar (termasuk Amerika, Eropa, dan Inggris) secara relatif akan mengalami penurunan nilai mata uang.

Dan bila mata uang tadi berpotensi menurun nilainya – maka pasti harus ada yang menguat mengingat prinsip dasar yang berlaku di pasar uang berlaku pula di permukaan air. Bila satu sisi ditekan, maka akan ada sisi lain yang meluap.

Maka di sinilah peran emas dalam portofolio anda. Baik mata uang US Dollar, Euro, Yen, maupun Poundsterling telah dipompakan secara besar-besaran. Bila permintaan atas mata uang tersebut tidak meningkat – maka semua mata uang keras tersebut secara relatif akan cenderung melemah. Dan ini berarti harus ada mata uang yang menguat. Apakah itu? Emas.

Mengapa? Karena emas sejatinya adalah mata uang global, yang memiliki kedaulatan bersifat lintas wilayah. US Dollar selalu menjadi kedaulatan Federal Reserve Amerika, demikian pula Euro menjadi domain Bank Sentral Eropa, dan Yen menjadi kekuasaan Bank of Japan.

Bagaimana dengan emas? Tidak ada satu negara pun memiliki kedaulatan penuh atas logam tersebut. Tidak ada yang mampu mencetaknya melebihi kemampuan menggalinya dari perut bumi - sehingga tidak keliru bila kita memandang emas sebagai mata uang global sejati. Secara fisik emas adalah komoditas – tetapi secara hakekat adalah uang.


DARI LANTAKAN HINGGA FRANC SWISS

Lalu bagaimana kita dapat melakukan perlindungan atas portfolio investasi kita dengan menggunakan emas? Terdapat beberapa pilihan:

Cara pertama dan yang paling tradisional adalah tentunya dengan membeli emas lantakan (gold bar). Secara fisik emas lantakan tersedia dalam satuan imperial: 1-oz (ounce = 31,1 gram) dan 10-oz, juga dalam satuan metrik: 100 gram dan 1 Kilogram. Umumnya, emas lantakan memiliki kadar kemurnian 99,99% (ditulis murni .9999) serta disertai sertifikat keaslian kadar serta bobot yang akan memudahkan verifikasi pada proses penjualan kembali.

Keunggulan pemilikan emas dalam bentuk lantakan adalah relatif rendahnya selisih harga permintaan dan penawaran (spread) dibandingkan dengan investasi instrumen berbasis emas lain seperti perhiasan. Pada perhiasan emas, terdapat selisih harga yang sangat besar, dan kerap melampaui peningkatan harga perhiasan emas itu sendiri – sehingga kurang bisa diandalkan sebagai sarana melindungi nilai portofolio investasi anda.

Namun ada masalah dengan emas lantakan. Yaitu kita harus menyediakan sarana penyimpanan, baik milik sendiri maupun sewa, serta tentu mengasuransikannya. Atas hal ini, maka diperlukan skala ekonomi tertentu agar penyimpanan dan perawatan investasi seperti ini dapat menjadi ekonomis.

Atas hal itu, muncul alternatif investasi emas melalui pemilikan instrumen Gold ETF (Exchange Traded Fund) atau surat berharga berbasis emas yang dapat diperdagangkan di bursa. Gold ETF pertama dengan kode “GOLD” telah diperdagangkan sejak tahun 2003 di Bursa Efek Australia dengan underlying emas seberat 1-oz untuk setiap unit ETF.

Melalui ETF anda dapat membeli surat klaim atas fisik emas, dan bila diperlukan dapat menjualnya kapan saja selama jam dan hari kerja bursa berlangsung. Dengan instrumen ETF ini, anda terbebas mahalnya biaya penyimpanan, dan dengan fraksi 1-oz menjadi ekonomis bagi mereka yang hanya ingin memiliki komponen emas dalam portofolio dalam jumlah terbatas.

Berbeda dengan ETF yang diperdagangkan di bursa, terdapat cara lain memiliki investasi emas melalui sistem perbankan, yaitu dengan membeli sertifikat emas ataupun membuka rekening emas. Sertifikat emas adalah klaim atas sejumlah emas yang sudah tersimpan dalam pool emas di beberapa bank terutama di Australia, Amerika, dan Swiss.

Manfaat dari sertifikat emas adalah: bila diperlukan dapat digadaikan untuk memperoleh dana segar. Faktor sangat penting dalam keadaan darurat. Fasilitas ini yang tidak tersedia dalam pemanfaatan instrumen emas lainnya, semisal ETF.

Bentuk lain yang hampir serupa dengan Sertifikat Emas adalah dengan membuka Rekening Emas. Beberapa bank di Swiss menyediakan fasilitas ini, dengan proses sama seperti kita membuka rekening tabungan dalam mata uang tertentu – kita pun dapat menabung dan mengambil tabungan kita dalam bentuk emas atau mengkonversikannya dari dan ke mata uang tertentu.

Beberapa perusahaan perdagangan forex di Internet semisal Oanda.com – telah menyediakan fasilitas ini secara online, sehingga diakses dari mana pun di muka bumi, sejauh tersambung Internet.


DIBACKING EMAS

Alternatif lain yang juga dapat dianggap setara berinvestasi dengan emas adalah: memiliki simpanan dalam mata uang Swiss Franc ataupun memiliki saham-saham perusahaan pertambangan emas. Kendati tidak langsung terekspos terhadap emas, namun kedua metode ini patut dipertimbangkan.

Mata uang Franc Swiss berdasarkan undang-undang di-backing oleh emas berbentuk fisik sebesar 20% oleh Bank Sentral Swiss, sehingga nilai tukar Franc Swiss berkorelasi cukup positif dengan harga emas. Tradisi korelasi positif ini berumur panjang terutama sebelum tahun 2000, saat backing emas fisik Franc Swiss mencapai 40%.

Alternatif terakhir yang dapat anda pertimbangkan tentunya adalah investasi pada saham-saham perusahaan pertambangan emas, baik di dalam maupun luar negeri. Disebut alternatif terakhir, mengingat volatilitas pergerakan harga saham bisa sangat besar dan umum dipengaruhi oleh dinamika pasar modal dunia, termasuk perubahan nilai tukar, dan suku bunga.

Lewat berbagai variasi investasi di atas, maka terdapat banyak pilihan bagi anda dalam melindungi portofolio investasi anda. Mengundang mata uang global dalam portofolio anda – mengapa tidak?

Poltak Hotradero
Pemerhati Sektor Keuangan dan Investasi

3 comments:

share.dscvr.2gthr said...

Bang, makasih uda sharing ilmunya. Apakah bank2 di Indonesia sudah mampu dan bisa jika menyimpan emas sebagai reserve requirements selain GWM dan SBi? Terimakasih

www.ikofxindonesia.com said...

FOREX
TRADING FOREX
TRADING GOLD
BEST BROKER FOREX
IKOFX
BELAJAR FOREX

Leadership Developmant Training said...

kunjungan gan .,.
bagi" motivasi .,.
jangan pernah mengeluh dengan apapun .,.
tetaplah semangat dan nikmati semua.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.